AL-QURAN INDONESIA

Al-Balad

Negeri | Mekkah | 20 Ayat

Surah Al-Balad memiliki arti Negeri. Surah Al-Balad diturunkan di Mekkah. Surah ini berjumlah 20 Ayat.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 
لَآ أُقْسِمُ بِهَـٰذَا ٱلْبَلَدِ
lā uqsimu bihāżal-balad
[1] Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),

 
وَأَنتَ حِلُّۢ بِهَـٰذَا ٱلْبَلَدِ
wa anta ḥillum bihāżal-balad
[2] dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

 
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ
wa wālidiw wa mā walad
[3] dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.

 
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ
laqad khalaqnal-insāna fī kabad
[4] Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

 
أَيَحْسَبُ أَن لَّن يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ
a yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥad
[5] Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?

 
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالاً لُّبَدًا
yaqụlu ahlaktu mālal lubadā
[6] Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

 
أَيَحْسَبُ أَن لَّمْ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ
a yaḥsabu al lam yarahū aḥad
[7] Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?

 
أَلَمْ نَجْعَل لَّهُۥ عَيْنَيْنِ
a lam naj'al lahụ 'ainaīn
[8] Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

 
وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ
wa lisānaw wa syafataīn
[9] dan lidah dan sepasang bibir?

 
وَهَدَيْنَـٰهُ ٱلنَّجْدَيْنِ
wa hadaināhun-najdaīn
[10] Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),

 
فَلَا ٱقْتَحَمَ ٱلْعَقَبَةَ
fa laqtaḥamal-'aqabah
[11] tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?

 
وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا ٱلْعَقَبَةُ
wa mā adrāka mal-'aqabah
[12] Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?

 
فَكُّ رَقَبَةٍ
fakku raqabah
[13] (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),

 
أَوْ إِطْعَـٰمٌ فِى يَوْمٍ ذِى مَسْغَبَةٍ
au iṭ'āmun fī yaumin żī masgabah
[14] atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,

 
يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ
yatīman żā maqrabah
[15] (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

 
أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ
au miskīnan żā matrabah
[16] atau orang miskin yang sangat fakir.

 
ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوْاْ بِٱلصَّبْرِ وَتَوَاصَوْاْ بِٱلْمَرْحَمَةِ
ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah
[17] Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

 
أُوْلَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ
ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah
[18] Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

 
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا هُمْ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْــَٔمَةِ
wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah
[19] Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

 
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةُۢ
'alaihim nārum mu`ṣadah
[20] Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.